Di suatu hari aku termenung di bawah pohon mangga, sambil melihat keindahan alam di sekitar. Tiba-tiba terlintas keinginan ku yang sudah lama aku pendam dalam lubuk hatiku yang sangat dalam. Di waktu itu keinginan menyantrenku mulai bangkit lagi. Entah apa yang menbuatku ingin cepat-cepat pergi ke pesantren. Disisi lain ayah juga masih meragukan keinginanku.
Setelah sudah lama aku menunggu pada waktu yang tepat, Ahirnya waktu itu datang juga (waktu yang ku tunggu dan ku nanti-nanti).
Ayah pernah bilang kepadaku "Setelah kamu luls dari SMP, Ayah akan mengantarmu kepesantren, Tapi dengan satu sarat, kamu harus mendapatkan juwara di kelasmu". kata ayah ku.
Singkat Cerita: Sesuai dengan janji ayah aku akan di antar ke pesantren, setelah aku lulus sekolah. Tapi sebelum aku berangkat ke pesantren, aku disuruh untuk membantu ayah menbuat rumah untuk kakak keponakan. Di sana aku bertemu dengan saudaraku yang dulu pernah nyantren di kesugian cilacap. Beliau bercerita banyak tentang pengalan menyantrennya. Setelah beliau menceritakannya, Aku pun semakin tertarik untuk segera pergi ke pesantren.
Kami saling bertukar pendapat/bermusyawaroh untuk menentukan kapan aku kan berangkat ke pesantren.Ahirnya kami pun mendapatkan jawaban. Ternyata aku oleh ayahku akan di pondokan ke DOKTREN Al ihya 'ulumaddin kesugian 1, yang bertepatan di JL. kemerdekaan timur desa platar kec. kesugian cilacap. Pada waktu yang tepat, tanggal 28 september, aku berangkat di antar ayah dan saudaraku.
Sesampe di pondok aku langsung soan ke ndalem pak yai. Disitu aku ditanya-tanya oleh pak yai, tentang keseriusanku untuk mondok. Pada hari pertama aku di pondok aku merasa sangat asing akan tempat itu, untung ada teman baruku yang mencoba untuk menghiburku. Dia bernama subhi dan wahyu, Hasanpun tak ketinggalan. mereka bertiga yang pertama kali dekat dengan aku. Selang beberapa hari aku mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan pondok pesantren.Pertama kali aku mengenal kitab kuning, hapalan juz 'ama, dan hapalan kitab-kitab lain, aku sangat malas. Si hasan lah yang selalu memberikan semangat dan arahan untuk bersemangat dan bangkit dari kemalasan. Pernah di suatu hari dia berpesan kepadaku "kelingan tujuanmu kan umah meng ngeneh ki rep ngopo, koe ki rep dodon dolan po rep ngji" begitu kata hasan setiap kali memberi semangat kepadaku. Yang di indonesiakan kurang lebih "ingatlah tujuanmu dari rumah, kamu kesini itu mau ngapain, kamu itu mau ngaji apa hanya melampiaskan untuk bermain".
Hapalan kitab Di bilang susah kenyataan gampang di bilang gampang tapi memang sedikit susah. Itulah perasaanku saat pertama kali ku meng hapal kitab al jurumiah. Kitab al jurumiah adalh kitab alat yang paling dasar, Disitu hanya membahas apa itu kalam dan apa itu i'rib. Sedikit demi sedikit aku mulai menghapal, huruf demi huruf aku hayati dan pada ahirnya akupun mengkhatamkan kitab aljurumiah. Aku menghapalkan kitab ini kurang lebih 2 bulan 20 hari, Dengan melewati berbagai macamm hambatan dan rintangan (seperti game aja loh, jangan bercanda lah, he).
Kitab Al 'imriti adalah kitab yang selanjutnya aku harus hapalkan. Menghapalkan kitab Al 'imriti bukanlah gampang bagiku. Ia memang kitab ini isinya disampekan oleh musonef dengan gaya ber bet-bet. Kurang lebih 250 bet, yang alhamdulillah saya khatamkan dengan durasi waktu kurang lebih 3 bulan 4 hari. Waktu ini bagiku cukup melelahkan.
Sampe sekarang aku masih menghapalkan kitab al maksud.
demikian lah cerita saya semoga bermanfaat.
ADMIN AF



